Mengambil Langkah Nyata, PSPD UGM Lakukan Bersih Pantai dan Konservasi Mangrove

Mengambil Langkah Nyata, PSPD UGM Lakukan Bersih Pantai dan Konservasi Mangrove

Penulis:

Anisa Febriyanti, S.Ikom

Intern Kesekretariatan, Pusat Studi Perdagangan Dunia Universitas Gadjah Mada.

Editor:

Christina Vania Winona, S.I.P

Kepala Divisi Kesekretariatan, Pusat Studi Perdagangan Dunia Universitas Gadjah Mada.

Editor:

Muna Rihadatul Aisi, S.Sos.

Kepala Divisi Diseminasi, Pusat Studi Perdagangan Dunia Universitas Gadjah Mada.

Sabtu (4/11), PSPD UGM bersama Suryakanta Institute dan Circular School Program Partnership (CSPP) menyelenggarakan kegiatan Rantai Komang Trip (Reresik Pantai & Konservasi Mangrove) dengan menggandeng komunitas lingkungan Yogyakarta, Garduaction (Garbage Care and Education). Dilaksanakan di pesisir Pantai Parangkusumo, Yogyakarta, kegiatan ini diikuti lebih dari 50 peserta yang berasal dari berbagai daerah.

Rantai Komang Trip dibuka dengan sambutan dari Bapak Hindratna selaku tuan rumah Garduaction. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada seluruh peserta Rantai Komang Trip. Bapak Hindratna kemudian menjelaskan mengenai perjalanan Garduaction dalam mengelola sampah di pesisir pantai Parangkusumo. Saat ini, Garduaction telah membuat banyak barang dari sampah mulai dari batako ringan, paving conblock, mainan anak-anak, pot bunga, hingga eco enzyme. Beliau juga menyatakan bahwa merasa bangga atas kunjungan peserta Rantai Komang Trip.

Selanjutnya, Mario Aden Bayu sebagai ketua pelaksana Circular Economy Forum (CEF) 2023 menjelaskan secara singkat tentang teknis acara Rantai Komang Trip termasuk luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini. Nantinya, luaran dari kegiatan ini  akan menjadi salah satu pokok pembahasan yang akan disampaikan pada International Workshop yang merupakan rangkaian kegiatan CEF 2023 selanjutnya.

Dr. Riza N. Arfani, Kepala PSPD UGM melanjutkan sambutan dengan mengucapkan terima kasih kepada Garduaction karena telah menerima peserta Rantai Komang Trip dengan hangat. Dr. Riza menjelaskan bahwa dengan acara ini, peserta bisa belajar bersama mengenai pengolahan sampah di pesisir sekaligus melihat langsung produk-produk olahan sampah yang dapat disaksikan di sekitar Garduaction. Beliau mengharapkan antusiasme peserta mengikuti kegiatan ini terus berlanjut di rangkaian kegiatan CEF lain hingga Desember mendatang. 

Sambutan ditutup oleh pembina dari Suryakanta Institute sekaligus pegiat lingkungan hidup, Mayjen TNI (Purn.) IGK Manila atau kerap disapa Opa Manila. Beliau menyampaikan bahwa ekonomi sirkular dan ekonomi biru adalah salah satu cara untuk menjaga lingkungan yang keadaannya sudah memprihatinkan. Manusia menjadi pelaku utama dari kondisi ini dengan merusak lingkungan baik dari hutan, laut, sampai udara. Opa Manila berharap dengan adanya kegiatan ini, bisa mendorong masyarakat untuk ikut menyuarakan peduli lingkungan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan beberapa kelompok yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan sampah di sekitar pesisir Pantai Parangkusumo. Tidak hanya itu, di saat yang bersamaan peserta juga melakukan “nyangkruk” atau berdialog santai dengan warga setempat untuk mengetahui lebih dalam kehidupan warga pesisir. Usai selesai melakukan dua kegiatan tersebut, peserta kemudian memilah sampah berdasarkan kategori yang telah ditentukan. Sampah yang dipilah akan diolah oleh tim Garduaction menjadi barang yang memiliki nilai guna.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove pandan laut di area sekitar Garduaction. Setelah itu, kegiatan ditutup dengan api unggun sambil menikmati suasana pantai di malam hari. Di tengah-tengah kehangatan suasana tersebut, para peserta berdiskusi ringan untuk merefleksikan rangkaian kegiatan Rantai Komang Trip  yang telah dilakukan. 

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*