Strategi Industri Karoseri Indonesia Menuju Asean Economic Community (AEC)

Industri karoseri nasional telah berkembang sejak tahun 70-an dan mengalami kemajuan signifikan hingga tahun 1986. Saat itu ada sekitar 350 Industri Karoseri diseluruh Indonesia yang telah berhasil memproduksi berbagai jenis karoseri Kendaraan Angkutan Barang dan terutama Kendaraan Angkutan Penumpang. Saat itu industri karoseri menjadi sangat diperlukan oleh masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi dan pembangunan di […]
Dampak “Resource Boom” terhadap Ekonomi Politik Australia

Pertumbuhan ekonomi kawasan Asia, khususnya bagi beberapa negara seperti Cina dan India dalam beberapa dekade terakhir mengindikasikan kebangkitan ekonomi yang berkelanjutan. Indikasi tersebut dapat dilihat dari beberapa kalkulasi dengan basis ukur kemampuan ekonomi seperti kenaikan pendapatan per kapita yang menembus level di atas $ 15.000 pada tahun 2025 (Maddison, 2010) serta dominasi pertumbuhan world output […]
Implikasi Pembentukan OJK terhadap Pengaturan dan Pengawasan Perbankan Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga negara yang dibentuk pada tahun 2011 berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011, dan beroperasi Januari 2013 (untuk pasar modal dan LKNB) dan 2014 (untuk perbankan). Aturan ini menjelaskan fungsi OJK dalam menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. OJK sendiri didirikan […]
Komodifikasi Pengelolaan Air Minum di PDAM Makassar: Jalan untuk Menarik Investasi

Perdebatan mengenai urgensi atas kapasitas air telah semakin meningkat seiring dengan semaikin tingginya permintaan akan air bersih. Perdebatan ini pada kenyataannya telah meminculkan dua standpoint. Di satu sisi menganggap air sebagai barang ekonomi (komoditas). Air merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekonomis. Dalam hal ini setiap orang dapat memetik manfaat dari air melalui penetapan harga berdasarkan […]
From Bean to Latte: Mapping Indonesia Position in Global Coffee Chain

The analysis of the coffee chain is particularly important in understanding the political economy of development for a variety of reasons. First, over 90% of coffee production takes place in developing countries, while consumption happens mainly in industrialized economies. Therefore, the production–consumption pattern provides insights on North–South relations. Second, for most of the post‐WWII […]
Politik Perdagangan Buah Impor Indonesia Tahun 2011-2012

Impor komoditas hortikultura telah semakin sering menjadi bahan pembahasan selama beberapa tahun belakangan. Kebiajkan terkait impor komoditas hortikultura juga semakin menjadi polemik. Tidak dapat dipungkiri bahwa komoditas hortikultura menjadi kebutuhan penting dalam masyarakat. Walaupun tergolong negara yang agraris, pada kenyataannya Indonesia masih harus tergantung pada impor sejumlah komoditas hortikutura. Salah satu yang paling banyak menarik […]
Kemajuan Industri Otomobil Korea Selatan: Studi Kasus Hyundai Motor Company

Analisa Global Value Chain merupakan alat analisis yang fokus pada dinamisasi hubungan antara aktor dalam proses produksi, terutama melihat pada bagaimana aktor perusahaan dan negara terintegrasi secara global (Kaplinsky & Morris, 2000, hal. 2). Alat analisa ini dipilih untuk menjelaskan proses kemajuan industrialisasi Korea Selatan karena industri otomotif merupakan industri yang memiliki keterkaitan dengan banyak […]
Linking Creative Industry to Local Economic DevelopmentLinking Creative Industry to Local Economic Development

Pada tanggal 25-27 April 2013, PSPD UGM akan menyelenggarakan Kursus Singkat Perdagangan Internasional dengan tema “Linking Creative Industry to Local Economic Development: Cases From Food Related and Handicraft Industry in Yogyakarta“. Silakan buka link berikut untuk informasi lebih lanjut: http://cwts.ugm.ac.id/events/english-short-course-series-in-international-trade-20122013-3rd-serie/
Retaliasi Silang bagi Negara Berkembang dalam Dispute Settlement Mechanism WTO

Pasca Uruguay Round tahun 1995 terdapat perubahan signifikan GATT menjadi WTO. WTO dianggap sebagai lembaga internasional yang cukup mapan yang mempunyai aturan yang mengikat dan tidak lagi berbasis pada power dan interest. Salah satu implikasi konkrit dari perubahan tersebut adalah diadopsinya Dispute Settlement Mechanism. Mekanisme penyelesaian sengketa ini tidak lagi mengandalkan proses negosiasi akan tetapi […]
Sengketa Cina‐Amerika Serikat Mengenai Peningkatan Tarif Impor Ban Cina Tahun 2009-2011

World Trade Organisation (WTO) sebagai lembaga dunia yang bertanggung jawab atas perdagangan internasional memiliki mekanisme pengelesaian sengketa (Dispute Settlement Mechanism) untuk membuat negara anggota patuh terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan. Masih banyaknya bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh negara anggota memberikan urgensitas yang besar bagi Dispute Settlement Body (DSB) WTO. Terlebih lagi dengan melihat adanya perbedaan […]