WTO Chairs Programme (WCP) bertujuan untuk mendukung dan mempromosikan kegiatan akademik yang terkait dengan perdagangan internasional oleh perguruan tinggi dan lembaga penelitian di negara maju dan negara berkembang. WCP diluncurkan pada tahun 2010 untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang sistem perdagangan antara akademisi dan pembuat kebijakan di negara-negara berkembang melalui pengembangan kurikulum, penelitian dan kegiatan penjangkauan oleh perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Lembaga akademik yang terpilih sebagai WTO Chairs menerima dukungan pada pengembangan, penelitian dan penjangkauan kegiatan. WTO Chairs dipilih melalui proses yang kompetitif. Empat belas lembaga telah terpilih sebagai WTO Chairs pada 2009. dan Pusat Studi Perdagangan Dunia (PSPD) UGM terpilih sebagai salah satu mitra dalam WTO Chairs Programme tersebut.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk:

  1. memberikan dukungan dalam pengembangan studi tentang kebijakan perdagangan dan hal-hal yang berhubungan dengan WTO di lembaga-lembaga akademik;
  2. mengawal penelitian lebih lanjut dalam hal yang berhubungan dengan perdagangan dan menggarisbawahi relevansi kebijakan penelitian yang ada – lembaga yang terpilih diharapkan dapat bekerja sama dengan WTO Chairs lain melalui penelitian bersama, perkuliahan maupun pertukaran siswa;
  3. mendorong jangkauan/komunikasi -– lembaga yang terpilih diharapkan dapat mengatur kegiatan publik yang bertujuan untuk menyebarkan penelitian dan mempromosikan diskusi mengenai perdagangan internasional dan kerja sama perdagangan;
  4. membangun hubungan yang masif dengan lembaga dari negara-negara berkembang dengan dukungan keuangan sesuai dengan lembaga penerima untuk jangka waktu maksimum empat tahun

Usai kerja sama intensif dalam skema WCP berakhir pada 2013, PSPD UGM masih menjalin relasi dan komunikasi yang baik dengan WCP terutama dalam kegiatan forum-forum internasional, dan beberapa riset tematik kaitannya dengan perdagangan internasional.

Informasi lebih lanjut:
WTO Chairs Programme